welcome to my official blog

dream as you life forever. life likes you will die tomorrow. be the best . I do believe in fairy ! I do ! I do !

Sabtu, 13 Juli 2013

laporan praktikum genetika gen yang dipengaruhi jenis kelamin

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar belakang
          Gen yang dipengaruhi jenis kelamin adalah gen autosomal yang membedakan antara laki-laki dan perempuan karena dipengaruhi faktor lingkungan internal yakni perbedaan kadar hormon kelamin antara laki-laki dan perempuan
          Sifat yang diturunkan oleh gen dikenal sebagai sifat (karakter) menurun yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Salah satu contoh sifat menurun pada manusia dipengaruhi voleh jenis kelamin adalah panjang jari telunjuk (Agus, Rosana dan Sjafaraenan).
          Suryo menyatakan orang yang memiliki jari telunjuk yang lebih pendek dari jari manis, sedangkan Stern menyatakan sifat menurun tersebut lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibanding perempuan. Karakter panjang jari telunjuk ditentukan oleh sepasang gen, yaitu gen T dan gen t. Gen T adalah gen yang menentukan jari telunjuk yang lebih pendek dari jari manis, sedangkan gen t  adalah gen yang menentukan jari telunjuk sama atau lebih panjang dari jari manis. Laki-laki dan perempuan yang bergenotipe TT akan memiliki jari telunjuk yang lebih pendek dari jari manis, sedangkan laki-laki dan perempuan yang bergenotipe tt akan memiliki jari telunjuk lebih panjang dari jari manis. Perbedaan fenotipe akan terlihat pada orang yang bergenotipe heterozigot (Tt). Laki-laki yang heterozigot akan mamiliki jari telunjuk ysang lebih lebih pendek dari jari manis, sedangkan perempuan yang heterozigot akan memiliki jari telunjuk yang panjang dari jari manis (Agus, Rosana dan Sjafaraenan).
          Dengan demikian hal yang tersebutlah diatas yang menjadi latar belakang diadakannya percobaan mengenai genyang dipengaruhi oleh jenis kelamin.
I.2 Tujuan percobaan
            Tujuan percobaan mengenai gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah untuk mengetahui frekuensi fenotipe dan genotipe rambut pada telinga.
I.3 Waktu dan tempat percobaan                                                           
     Percobaan ini dilaksanakan pada pukul 14.00-18.15 WITA, tanggal 4 April 2013 di Laboratorium Biologi Dasar, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
                                            
Kromosom kelamin pada manusia dibedakan atas tiga bagian yaitu sebagai berikut :
1.    Bagian dari kromosom-X yang homolog dengan bagian dari kromosom-Y. Bagian ini tidak panjang dan disini terletak gen-gen yang memperlihatkan rangkai kelamin tak sempurna.
2.    Bagian dari kromosom-X yang tidak homolog dengan salah satu bagian dari kromosom-Y. Bagian ini panjang sekali dan disini terletak gen-gen yang memperlihatkan rangkai kelamin sempurna, yaitu gen-gen yang lazim menunjukkan sifat rangkai kelamin, seperti buta warna hemofilia. Gen-gen ini biasa dinamakan gen-gen rangkai-X.
3.    Bagian dari kromosom-Y yang tidak homolog dengan salah satu bagian dari kromosom-X. Bagian ini pendek sekali dan disini terletak gen-gen yang biasa dinamakan gen-gen rangkai-Y, seperti yang menyebabkan hypertrichosis. Sifat keturunan yang timbul karena pengaruh gen rangkai-Y ini disebut holandrik, sedang gennya disebut gen holandrik yang hanya diwariskan pada laki-laki saja. Gen-gen ini biasa dinamakan gen-gen rangkai-X.
Pada gen yang dipengaruhi jenis kelamin dominasi gen-gen tersebut sangat bergantung pada jenis kelamin individu. Berikut ini sifat yang ditentukan oleh gen ini diantaranya kepala botak dan panjang jari telunjuk. Kebotakan dapat disebabkan faktor eksternal seperti makanan dan gangguan penyakit pada kulit kepala. Namun dapat juga disebabkan oleh faktor genetik. Gen pembawa sifat botak adalah salah satu contoh gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Gen adalah faktor penentu yang menentukan sifat-sifat fisik makhluk hidup..
Pada kasus kepala botak, gen yang membawa sifat kepala botak ekspresinya dipengaruhi oleh jenis kelamin. Artinya orang yang membawa gen kepala botak tidak dengan sendirinya menjadi botak – tergantung jenis kelaminnya. Kepala botak pada perempuan hanya terjadi bila si perempuan memiliki sepasang gen kepala botak yang didapat dari ayah dan ibunya. Sedangkan pada laki-laki akan botak cukup dengan satu gen dominan saja. Genotip adalah sifat dasar pada individu yang tidak tampak dan tidak berubah-ubah karena faktor lingkungan (misalnya gen kepala botak genotipnya adalah BB atau Bb). Fenotip adalah sifat keturunan yang dapat dilihat warna, bentuk dan ukurannya (misalnya seorang laki-laki dengan genotip Bb & BB memiliki fenotip kepala botak). Alel adalah anggota dari sepasang gen yang membawa sifat berlawanan. Misalnya alel B (huruf besar) memiliki pengaruh kepala botak, sedangkan alel b (huruf kecil) membawa sifat kepala normal. Maka B dan b adalah sepasang alel (Andrianto, 2013).
Berikut  ini gambar orang botak akibat gen yang dipengaruhi jenis kelamin :
Gambar.1. kebotakan pada pria dan wanita akibat gen yang dipengaruhi oleh
Jenis kelamin

Gen kepala botak dipengaruhi oleh jenis kelamin. Seorang laki-laki yang memiliki pasangan gen BB dan Bb akan berkepala botak. Namun seorang perempuan baru akan botak bila memiliki pasangan gen BB. Jadi gen kepala botak (B) bersifat dominan pada laki-laki, sedangkan pada perempuan bersifat resesif. Berikut ini hubungan genotipe dan fenotipe mengenai masalah kebotakan pada laki-laki dan perempuan) :
Genotipe
Laki-laki
Perempuan
BB
Botak
Botak
Bb
Botak
tidak botak
Bb
tidak botak
tidak botak

Andaikata seorang laki-laki berkepala botak kawin dengan seorang perempuan yang tidak botak (keduanya homozigotik), maka semua anak laki-laki akan botak dan semua anak perempuan tidak botak. Berikut ini diagram perkawinannya (Suryo, 1984) :
P       ♀ bb     ><     ♂BB
    tidak botak        botak
                            ♂ botak
F1     Bb
                             ♀ tidak botak
Apabila kita meletakkan tangan kanan atau kiri kita pada suatu alat dimana terdapat sebuah garis mendatar yang sedemikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka dapat kita ketahui apakah jari telunjuk kita akan lebih panjang atau lebih pendek dari jari manis. Pada umumnya, ujung jari telunjuk tidak akan mencapai garis itu, berarati bahwa  jari telunjuk lebih pendek dari jari manis.jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan pada orang laki laki dan resesif pada orang perempuan .
            Kegiatan tersebut menjadi sebagai berikut (Suryo :
Genotip
laki laki
Perempuan
TT
telunjuk pendek
telunjuk pendek
Tt
telunjuk pendek
telunjuk panjang.
Tt
telunjuk panjang.
telunjuk panjang.

Berikut ini gambar jari telunjuk yang ditentukan oleh gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin ) :
                              A                                                                   B
Gambar II.1. Panjangnya jari telunjuk ditentukan oleh gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Jari telunjuk pendek (A); jari telunjuk panjang (B).

Andai kata seorang laki laki bertelunjuk panjang kawin dengan seorang perempuan bertelunjuk pendek (keduanya homozigotik), maka semua anaknya laki laki bertelunjuk panjang, sedangkan semua anak perempuannya bertelunjuk pendek. Semua sifat keturunan atau kejadian yang diterangkan di muka ditentukan oleh gen-gen yang terdapat pada autosom. Selain gen-gen itu dikenel pula gen-gen yang terdapat pada kromosom kelamin. Gen-gen  yang demikian ini disebut gen- gen terangkai kelamin atau dalam bahasa inggrisnya : “sex linkage”. Biasanya gen dominan memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki laki / jantan maupun perempuan / betiana. Baru dalam keadaan homozigotik reseif, pengaruh dominan ini tidak akan menampakkan diri dalam fenotip
            Menurut ilmuwan, pertumbuhan jari jari tangan manusia berbeda-beda tergantung kadar hormon testosteron dan estrogen di dalam rahim saat bayi dikandung ibunya. Kadar testosteron yang tinggi diyakini mendukung perkembangan bagian otak yang berhubungan dengan kemampuan matematika dan pandang ruang. Hormone itu pula yang menyebabkan jari manis tumbuh lebih panjang. Estrogen juga mendorong efek yang sama pada bagian otak namun yang berhubungan dengan kemampuan verbal. Namun, hormone ini juga mendukung pertumbuhan jari telunjuk sehingga lebih panjang daripada jari manis



BAB III
METODE PERCOBAAN

III.I Bahan
            Bahan yang dugunakan pada percobaan gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah data populasi Hypertrichosis kelas XII IPA 2 SMAN 1 Parangloe tahun 2012.
III.2 Alat
            Alat yang digunakan pada percobaan gen yang dipengaruhi oleh jennis kelamin  adalah alat tulis menulis dan kalkulator.
III.3 Prosedur percobaan
            Prosedur percobaan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1.        Melakukan observasi dan identifikasi terhadap populasi yang terdapat peristiwa munculnya rambut pada daun telinga atau hypertricosis.
Mengumpulkan data dalam satu populasi yang terdapat individu dengan kelainan hypertricosis. Data yang diambil berupa nama, usia, jenis kelamin,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar